"Saya baru pulang dari pembukaan al Khoirot di Palu. Karena saya ketua yayasan. Yang buka Pak SBY. Saya jemput beliau di bandra. Saya dipeluk. Beliau bilang, Pak Fadel sabar saja ya pak, sabar aja," kata Fadel mengawali presentasinya dalam diskusi kenegaraan di Gedung DPD, Senayan Jakarta, Rabu (27/8/2008).
Meski tak menyahuti nasehat SBY, dalam pikiran Fadel, SBY memahami dan
simpati atas apa yang sedang terjadi pada dirinya. Dalam hati pun Fadel membatin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ngerti di kepala saya dan saya juga ngerti di kepala beliau," kata Fadel
yang disambut tawa para peserta diskusi.
Sebelumnya Fadel menyatakan bahwa dirinya akan meninggalkan kursi Gubernur Gorontalo untuk maju sebagai Caleg dari partai Golkar. Namun niatnya itu tiba-tiba patah ditengah jalan saat ketua umum Golkar Jusuf Kalla mencoretnya sebagai caleg. (yid/irw)











































