Kakak tertua Amrozi, Ustadz Khozin, izin menjenguk Amrozi dan Ali Ghufron sudah diserahkan ke Dirjen Hukum dan Ham oleh Tim Pembela Muslim (TPM) sejak akhir Juli lalu. Namun hingga kini, izin tersebut belum juga turun. Hanya TPM saja yang diperbolehkan menemui Amrozi cs.
Ustad Khozin sangat menyayangkan sikap pemerintah yang cenderung mempersulit proses perizinan tersebut. "Proses perizinan kali ini tidak seperti biasanya, padahal menjenguk Amrozi dan Ali Ghufron adalah hak kami," ujarnya. Ia berharap hak untuk menjenguk terpidana di Lapas Batu segera diturunkan.
Terkait gencarnya pemberitaan bahwa saat ini Amrozi dan Ali Ghufron sudah dimasukkan dalam ruang isolasi menunggu eksekusi, Ustad Khozin yang berprofesi sebagai guru agama di SDN Tenggulun ini, merasa tidak yakin dengan pemberitaan tersebut. "Saya belum yakin dengan berita tersebut, jika tidak saya dengar sendiri dari TPM maupun adik saya sendiri," tegasnya.
Selain berharap izin untuk menjenguk Amrozi dan Ali Ghufron segera diturunkan, Ustad Khozin juga berharap pemerintah mengkaji ulang UU Anti Terorisme yang digunakan untuk menjerat Amrozi cs. Menurutnya UU yang berlaku surut tersebut tidak relevan diterapkan kepada kedua adiknya.
Kalau izin menjenguk saudaranya di LP Nusakambangan turun, lanjut Ustadz Khozin, keluarga akan menjenguk dengan berombongan. "Paling ya secukupnya saja, bisa 1 atau 2 mobil saja untuk berangkat ke sana," ujarnya. (bdh/djo)











































