Penjara Koruptor di Mal Berlebihan, Nusakambangan Paling Tokcer

Penjara Koruptor di Mal Berlebihan, Nusakambangan Paling Tokcer

- detikNews
Rabu, 27 Agu 2008 09:23 WIB
Penjara Koruptor di Mal Berlebihan, Nusakambangan Paling Tokcer
Jakarta - Usulan Indonesia Corruption Watch (ICW) agar koruptor dapat dipenjara di mal terlalu berlebihan, karena negara harus keluar uang untuk menyewa mal. Pulau Nusakambangan tetap penjara yang paling bagus untuk membuat jera koruptor.

"Boleh-boleh saja koruptor dihukum dengan cara apa pun, tapi menurut saya tetap harus dihukum di Nusakambangan. Nusakambangan tetap tempat yang paling tepat untuk menempatkan para koruptor itu," ujar koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesi (MAKI) Boyamin Saiman, dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (26/8/2008).

Menurut Boyamin, kalau hanya dipamerkan di mal, tidak berpengaruh dan memberi efek malu pada koruptor. Kalau ditempatkan di mal, mereka masih bisa bertemu keluarga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tetap saja itu tidak akan membuat mereka malu, mereka masih bisa bertemu keluarga atau pun teman. Bagaimana kalau mal itu tidak mau? Negara juga harus keluar uang untuk menyewa mal itu. Itu terlalu berlebihan," ujarnya.

Boyamin menambahkan para koruptor itu mungkin bisa dipajang di tempat umum, seperti dijemur di Bundaran HI atau Gedung DPR.

"Tapi usul saya tetap di Nusakambangan. Kalau ingin memberi efek jera dan malu, bisa saja sebelumnya mereka diolahragakan di tempat
umum selama beberapa jam agar bisa dilihat masyarakat," tandas dia.

ICW pada Selasa 27 Agustus 2008 mengusulkan penjara koruptor di mal agar bisa dilihat oleh publik. ICW bahkan sudah memikirkan desain bagi penjara khusus di mal itu. Diusulkan, penjara khusus tersebut berukuran 2x3 meter dengan etalase transparan.
(nwk/nrl)


Berita Terkait