"Agus Condro tidak mungkin "bernyanyi" sendirian. Pasti ada kelompok politik yang
mem-back up dia," analisis dosen Ilmu Politik FISIP Universitas Indonesia, Boni Hargens, kepada detikcom, Selasa (26/8/2008).
Menurutnya, kedatangan Agus ke KPK Selasa kemarin, tidak mungkin tanpa alasan. "Bisa karena balas dendam terkait caleg 2009, atau bisa juga berkonspirasi," ujar Boni.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kenapa kasus yang terjadi tahun 2004 baru dibongkar sekarang? Polemiknya, siapa yang bisa membuktikan kebenaran pernyataan Agus. Pasti harus ada saksi lain yang bicara. Yang mendukung Miranda Goeltom saat itu adalah keputusan fraksi, kalau benar tanyakan pada ketua fraksi saat itu," bebernya.
Jika suatu ketika Agus dipecat dari PDIP karena 'nyanyian'-nya itu, Boni berpendapat, menurut etika partai itu wajar saja. Tapi jangan sampai itu digunakan sebagai upaya intimidasi untuk menghentikan "nyanyian" Agus.
"Untuk itu PDIP harus menunjukkan komitmen membongkar kasus ini dan mendesak anggota-anggota lain yang terlibat agar datang ke KPK," demikian Boni. (crn/nrl)











































