"Allah memberikan kita kejayaan. Kemenangan ini merupakan saat penentu dan bakal menentukan tujuan negara ini. Saya turut dalam kegembiraan yang dirasakan semua rakyat Malaysia pada hari bersejarah ini. Ini merupakan kemenangan buat rakyat," ujar Anwar Ibrahim.
Anawar mengatakan hal itu dalam rilisnya yang dikirimkan kepada detikcom, Rabu (27/8/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan ini kita merayakan hari kemerdekaan sebagaimana pendiri-pendiri negara, kita inginkan sebuah negara dan rakyat yang bersatu," tegas dia.
Kendati menghadapi kesulitan, imbuh Anwar, pihaknya memilih untuk memfokuskan perhatian terhadap isu yang berkaitan dengan negara.
"Seruan kita agar negara ini bersatu, good governance dan menggelorakan demokrasi dan memperkuat ekonomi telah membungkam suara-suara rasis, yang mengambil keuntungan dari penyalahgunaan kekuasaan dan mengeksploitasi politik yang berasaskan ketakutan dan penipuan," tukas Anwar berapi-api.
Sebelumnya, pada 8 Maret 2008, Partai Keadilan Rakyat (PKR) dan partai oposisi lainnya mencetak prestasi luar biasa dalam Pemilu Parlemen 8 Maret 2008. Partai-partai oposisi berhasil mencuri dominasi Barisan Nasional (koalisi partai UMNO, dan dua partai etnis India dan China) sehingga BN hanya menguasai separuh lebih sedikit kursi parlemen, yang jauh merosot dibandingkan para periode sebelumnya. Selain itu, partai oposisi berhasil berkuasa di lima negara bagian. (nwk/nwk)











































