PKS pun mendapatkan tips-tips pemasaran dari bos Jawa Pos Group Dahlan Iskan. Agar tetap laku dijual, PKS harus semakin terbuka dan tidak sempit.
"Yang sempit-sempit nantinya tidak akan laku," ujar Dahlan saat menjadi pembicara dalam dialog 'Kebangsaan Nasionalisme di Tengah Arus Perubahan' di Hotel Sahid Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (26/8/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Agar terlihat Islami, kemakmurannya ditambah kemakmuran dunia akhirat," kata Dahlan disambut tawa ratusan pengunjung yang hadir.
PKS, menurut Dahlan akan berhasil memperjuangkan ide-ide yang mereka gagas jika mengombinasikan dua hal, yakni penting dan menarik. Menurutnya, selama ini PKS memang menjadi bagian penting dalam perjalanan politik di Indonesia.
Namun terkesan kurang menarik karena hanya dianggap mewakili golongan tertentu saja. "Jadi harus dikombinasikan keduanya," imbuhnya.
Dahlan memberi contoh nakal terkait dengan istilah penting dan menarik ini. "Mega dan SBY menarik. Tapi apa mereka penting?" ujarnya disambut seloroh hadirin.
"Pak Tifatul Sembiring dan Pak Hidayat Nurwahid memang penting, tapi apa mereka menarik?" ujarnya lagi-lagi disambut tawa.
Presiden PKS Tifatul Sembiring dan Hidayat Nurwahid yang juga ada di ruang tersebut juga tertawa lebar.
Sebagai pengusaha, Dahlan mengaku sempat takut jika PKS kelak memimpin negeri ini. Namun seiring dengan kepercayaan masyarakat terhadap PKS, lambat laun ketakutan tersebut hilang juga. (anw/nwk)











































