Namun anggapan itu dibantah mantan Presiden PKS Hidayat Nurwahid. Menurutnya, kedatangan Taufiq sebagai bukti tidak adanya pembedaan (dikotomi) antara partai nasionalis dan religius.
“Saya kira babnya bukan merapat untuk Pemilu 2009. Jadi ini bukti tidak ada lagi dikotomi yang menajam antara nasionalis dan Islamis,” ujar Hidayat usai menjadi narasumber dalam dialog kebangsaan yang diselenggarakan PKS di Hotel Sahid Jaya, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (26/8/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Saya harap bangsa tidak harus disibukkan dengan dikotomi yang tidak relevan. Parpol harus berlomba ke depan tidak lagi dilihat ideologinya, tapi apa yang diperbuat bagi bangsa karena kita tidak ingin pemilu yang menghasilkan sesuatu yang pilu,’ ujar pria bergelar doktor dari Arab Saudi ini.
Ia menambahkan, para politisi harus bisa berkomunikasi dengan baik, baik dengan konstituennya maupun dengan politisi lain. Ini dimaksudkan agar masyarakat mendapatkan pendidikan politik yang baik.
Tanggapi Survei
Banyaknya survey yang memposisikan Hidayat paling layak menjadi cawapres pada Pemilu 2009, Hidayat dengan rendah hati menanggapinya.
“Umumnya tidak ada larangan survei, itu survei saja. Itu bukan hasil yang riil sehingga tak perlu disikapi berlebihan. Proporsional saja,” pungkasnya. (anw/nwk)











































