Warga kini giat menggelar jaga malam untuk mengantisipasi serbuan IE dan kelompoknya ke Desa Tenggulun. Warga trauma teror IE dan gerombolannya menjadi kenyataan setelah sebelumnya kelompok tersebut memukuli Ketua Majelis Duduk Setikar (MDSK) Lukman Hakim, lalu mengancam warga dengan parang dan sangkur yang disiapkan sejak awal.
"Kami minta polisi memihak kepada rakyat. Jangan setelah rakyat Tenggulun diteror orang dari luar Aceh Tamiang, polisi malah melindungi penerornya," ujar Abu Bakar (46), warga Tenggulun, yang dihubungi lewat telepon seluler dari Medan, Selasa (26/8/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Abu Bakar mengatakan, IE melontarkan ancaman tersebut saat masuk mobil kijang kapsul bernomor polisi BK 1195 XE untuk kabur dari kepungan warga. Sebelumnya, sejumlah warga sempat dikejar-kejar kelompok IE yang mengacungkan parang. Sebagian warga yang melihat peristiwa tersebut kemudian melempari kelompok IE dengan batu, kayu, dan benda lain yang ada di dekat mereka untuk menyelamatkan diri.
Melihat IE lari ke dalam mobil, para pengawalnya yang semula mengejari warga kemudian berbalik dan masuk ke mobil. Sambil terus mengacungkan parang kepada warga, beberapa anggota IE mengancam.
"Awas, kami akan datang lagi bawa anggota satu batalyon!" ujar Abu Bakar menirukan ungkapan ancaman tersebut.
Warga sangat berharap kepada polisi secepatnya menangani kasus ini. Sampai sekarang, polisi belum memeriksa IE, yang juga seorang direktur perusahaan sarang walet itu.
"Datok Penghulu (kepala desa) Tenggulun Ahmad Siddik dan Camat Tenggulun Rafi'ie tak bisa diharapkan untuk membela warga. Mereka seperti tak peduli dengan teror mereka kepada kami,β kata Wasino.
(rul/asy)











































