"Sinyal mati karena listrik dari PLN-nya mati. Di Manggarai dan Pasar Minggu," ujar Kepala Humas Daops I dan Divisi Jabodetabek Akhmad Sujadi ketika dihubungi detikcom, Selasa (26/8/2008).
Sinyal blok otomatis, imbuh dia, digunakan untuk mengatur jarak antar kereta dalam 1 jalur. Alat itu akan memancarkan warna tertentu seperti merah, hijau, di panel masinis untuk menginformasikan posisi kereta api.
Jika mati, maka jarak antar kereta api tidak bisa diketahui dan bisa mengakibatkan tumbukan. Di sepanjang Stasiun Manggarai-Pasar Minggu, ada sekitar 10 blok sinyal di sepanjang Manggarai, Tebet, Cawang, Kalibata hingga Pasar Minggu.
Jadinya, kereta api harus menunggu untuk berangkat. "KA boleh diberangkatkan lagi di belakang kalau sudah sampai Manggarai atau Pasar Minggu. 30 Kereta tertunda, karena yang seharusnya sudah balik ini terhambat," kata pria berkumis ini.
Akibatnya, ada penumpukan penumpang sampai di Stasiun Jakarta Kota, Stasiun Gambir, hingga Stasiun Tanah Abang. Tak hanya kereta arah ke Bogor, kereta Sembrani jurusan Jakarta-Surabaya yang seharusnya berangkat pukul sekitar pukul 18.00 WIB juga tertunda, karena menunggu kereta dari Manggarai.
Hingga pukul 19.00 WIB, persinyalan masih dalam perbaikan dan belum selesai.
(nwk/irw)











































