"Kamera gue ilang. Merknya Nikon D200," curhatnya kepada para wartawan yang sedang berkumpul di pressroom DPR, Gedung DPR, Senayan, Selasa (26/8/2008).
Sugeng berkisah, musibah itu terjadi di ruang rapat panitia anggaran di Gedung Nusantara I lantai 1. Awalnya, wartawan DPR ini sedang meliput rapat panitia anggaran. Begitu rapat selesai, Sugeng bersama para wartawan lain mengejar Ketua DPR Agung Laksono yang tengah meninggalkan ruangan untuk melakukan wawancara. Kamera ditinggalkannya tergeletak di salah satu meja di ruang rapat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tanpa basa basi, Sugeng pun melaporka peristiwa tersebut ke petugas pengamanan dalam (pamdal) DPR. Ditemani petugas Pamdal, Sugeng berupaya melacak maling kamera itu lewat CCTV yang terpasang di ruang rapat.
Hasilnya nihil. Agaknya pelaku paham betul dengan seluk beluk ruangan dan mengerti cara kerja dan ritme gerak kamera CCTV. Rekaman CCTV pertama menunjukkan kamera Sugeng masih berada di tempat semula. Namun pergerakan kamera yang berlangsung sekitar 1 menit tampaknya dimanfaatkan betul oleh sang maling. Begitu kamera CCTV memonitor kembali meja di mana Sugeng menaruh kamera tersayangnya, kamera itu sudah raib.
Alhasil, Sugeng hanya bisa mengeluh. Kamera yang hanya dia pinjam dari bagian pemberitaan DPR itu telah hilang tanpa jejak. Dan dia masih dibuat pusing dengan penggantiannya. Diperkirakan kamera itu berharga sekitar Rp 25 juta.
"Gila, gede juga ya (harganya). Gue disuruh ganti. Kalau gitu gue bisa nggak jadi kawin nih," keluhnya.
Sehari sebelumnya, seorang wartawan kehilangan dompet ketika mengikuti konferensi pers tentang evaluasi atas pansus angket BBM yang menghadirkan Amien Rais sebagai pembicara di ruang pressroom DPR. (sho/iy)











































