PKB Terima Delegasi Parlemen Belanda

PKB Terima Delegasi Parlemen Belanda

- detikNews
Selasa, 26 Agu 2008 17:15 WIB
Jakarta - Delegasi Parlemen Belanda mengunjungi sejumlah partai politik peserta Pemilu 2009. Salah satunya mereka bertemu dengan pengurus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Delegasi Parlemen Belanda yang berjumlah sekitar 10 orang dipimpin oleh Dekker dari Partai Kristen Demokrat itu tiba di kantor Lembaga Pemenangan Pemilu (LPP) PKB Jl Sukabumi, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (26/8/2008).

Parlemen Belanda dalam kunjungannya ke Jakarta ini akan bertemu dengan 7 parpol besar. Yang pertama ke PKB, laluย  berkunjung ke Partai Demokrat (PD), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Golkar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini kunjungan balasan, sebelumnya tujuh parpol itu sudah berkunjung ke Belanda, nah ini juga kita lakukan," kata Dekker kepada wartawan.

Menurut Dekker, dalam pertemuan dengan jajaran pimpinan PKB dibicarakan tentang parpol di Indonesia menjelang Pemilu 2009. Parlemen Belanda mengetahui bahwa PKB tidak hanya fokus di tingkat nasional, tapi juga regional.

Dekker mengaku sulit untuk memprediksikan parpol yang bakal menang di Indonesia, apalagi dengan banyaknya parpol di negeri ini yang mencapai 38 parpol dan 6 parpol lokal di Aceh.

"Yah memang sulit, tapi untuk itu tergantung di lapangan ," ungkapnya.

Sementara itu, Sekjen DPP PKB Lukman Edy mengatakan, selama ini hubungan partai di Indonesia, khususnya PKB dengan parlemen di negeri kincir angin itu, sudah baik.

Bahkan, PKB sendiri sudah melakukan pertukaran pemuda untuk melakukan pelatihan. Lukman mengaku Parlemen Belanda tidak mempertanyakan soal konflik internal partainya.

"Mereka sudah tahu soal itu, tapi mereka lebih banyak pertanyakan bagaiman partai ini membangun Indonesia yang lebih baik," ujarnya.

Para delegasi itu juga mengaku tertarik dengan PKB yang saat ini dipimpin oleh orang muda. "Mereka juga tanya soal dana kampanye. Kita katakan dana kampanye itu ada sekitar Rp 100 miliar. Mereka lalu tanya dari mana dana itu? Kita bilang dari sumbangan seperti kader dan caleg dan donatur. Tapi saya bilang, maaf kita katakan tidak terima sumbangan dana dari luar negeri, karena bisa kena pelanggaran," imbuhnya sambil tertawa.

(zal/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads