Dialog bertema "Pertemuan masyarakat sipil dan Pemerintah DKI Jakarta tentang hak atas perumahan dan masalah penggusuran di Jakarta" itu digelar di Kantor YLBHI, JL Diponegoro, Jakarta, Selasa (26/8/2008). Acara ini difasilitasi gabungan LSM di Jakarta.
"Kami tahu kami salah tapi mengapa pemerintah Jaktim bersikap sewenang-wenang malahan menawarkan uang kerohiman Rp 500 ribu, dialog dulu!" ujar seorang korban gusuran di Kampung Pengalengan yang enggan disebut namanya dengan emosi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seluruh penertiban telah melalui prosedur yang berlaku seperti status lahan dan mekanisme lain yang sudah baku," jelas Effendy.
Sementara Agus Subagdono menjelaskan program perumahan di DKI Jakarta masih jauh dari cukup. Walaupun sudah melakukan program perbaikan kampung sejak 1967 tapi masih kurang. Pemprov baru sanggup menyediakan 800-1.000 unit rumah susun.
"Kami menyadari ini masih kurang dari cukup, mengingat sebagaian besar penduduk DKI tinggal di kampung," ungkapnya.
Sementara itu gabungan LSM yang terdiri dari YLBHI, WALHI, UPC, Kontras dan lain-lain memberikan 16 rekomendasi kepada Pemprov DKI. Di antaranya mereka meminta agar Pemprov mengalokasikan anggaran bagi perumahan rakyat minimal 30 % dari APBD. Β
(rdf/iy)











































