"Sedang disusun dengan instansi lain, supaya nanti Menko Polhukam dan Menko Perekonomian bisa menyusun peta jalan keterpaduan anggaran dan kebijakan yang baik bagi semua instansi," kata Menteri Pertahanan Juwono Sudarosno usai teleconference dengan Gubernur Kalimantan Tengah di Gedung Departemen Dalam Negeri, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (26/8/2008).
Peta Jalan itu dibuat, lanjut Juwono, agar bisa menggelar kedaulatan ekonomi melalui kegiatan ekonomi yang berkelanjutan. Sehingga, Kalimantan yang berbatasan langsung dengan negara tetangga bisa dihadirkan kedaulatan tidak hanya dengan keberadaan TNI dan Polri, tapi juga kegiatan ekonomi, seperti perkebunan kelapa sawit, perikanan dan pertanian lainnya.
Oleh karenanya, menurut Juwono, pemerintah tidak akan menambahkan kekuatan personel TNI di perbatasan RI-Malaysia di Kalimantan. "Tidak, karena anggarannya terbatas. Jadi, kita hadirkan dengan wujud lain, yaitu kegiatan ekonomi masyarakat," jelasnya lagi.
Diakui Juwono, jaringan komunikasi milik Indonesia saat ini lemah dibandingkan Kalimantan. Sebaliknya, siaran televisi dan radio di negara tetangga lebih kuat. "Tapi RRI dan TVRI akan menambah tayangan dan suara Indonesia di perbatasan," ungkapnya.
Sementara itu, tentang pembinaan kesadaran bela negara yang dibahas dalam teleconference dengan Gubernur Kalteng. Juwono mengatakan, bela negara merupakan sisi kedua dari pertahanan negara non militer melalui pendidikan.
"Sangat penting, karena aspek pertahanan non militer, termasuk rasa persatuan yang semakin adil dalam kebhinnekaan. Dipilih Palangkaraya, karena persis di tengah-tengah Indonesia, baik dari barat ke timur atau selatan ke utara," tandas dia. (zal/asy)











































