"Waduh, berani betul ya ngomongnya gitu. Mana mungkin, meja saya juga tidak ada lacinya," sanggah pria yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia Anggaran DPR itu di kantornya, Senayan, Jakarta, Selasa (26/8/2008).
Emir menilai, pernyataan Agus itu terlalu berani. Namun, pihaknya menyerahkan semua ke fraksi PDIP.
"Saya serahkan semua ke fraksi. Kalau hukumnya tentu akan di KPK di situ akan saya jelaskan secara hukum," tandasnya berapi-api.
Emir mengatakan, ada satu nama yang disebut juga menerima uang terima kasih itu. "Namun dia membantahnya," katanya. (ken/iy)











































