"Ini pertanggungjawaban politik saya pada reformasi, nggak ada kaitan sakit hati. Ini persoalan negara," tandas pria berkumis tebal itu sesaat setelah keluar dari kantor KPK di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Selasa (28/6/2008).
Jika memang tidak sakit hati, mengapa Agus baru membukanya saat ini? Padahal, uang tersebut sudah diterima beberapa waktu lalu. "Sekarang momen yang baik," jawabnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya kalau itu salah ya dimaafkan, masak nggak bisa salah," ujarnya.
Sebelumnya Agus menjelaskan bahwa cek perjalanan Rp 500 juta telah dibelikannya mobil Trajet dan Mercy. Kedua mobil itu siap dikembalikan ke KPK. Jika kembalian itu kurang, Agus menawarkan apartemennya. (ken/nrl)











































