Aksi mereka dilatarbelakangi oleh beredarnya foto cagub pasangan artis Helmi Yahya itu. Foto tersebut menampilkan sosok yang diduga Syahrial tengah berjudi di kawasan Genting Highlands, Malaysia, pada 29 Juli 2006.
Massa pertama menamakan diri Forum Umat Islam (FUI), Masyarakat Anti Perjudian (MAP), Front Betawi Rempug (FBR), dan sejumlah organisasi lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Massa yang rata-rata datang mengendarai sepeda motor ini langsung menggelar orasi dan membentangkan spanduk. Di antara spanduk yang mereka bawa bertuliskan "Katanya PKS Bersih dan Peduli, Tapi Kok Dukung Penjudi Jadi Gubernur?" dan "Kami Dukung PKS Haramkan Judi, Tapi Kami Tidak Dukung PKS Dukung Penjudi".
Menurut Koordinator MAP, Junaedi, foto Syahrial di Malaysia itu telah diuji kebenarannya oleh pakar telematika Roy Suryo. Sehingga, tidak ada alasan lagi bagi PKS untuk memberikan dukungan kepada Syahrial.
"Bila masih mendukung Syahrial Oesman, kami akan menggerakkan agar pada tahun 2009, masyarakat tidak pilih PKS karena orang-orang dan moralnya bobrok," kata Junaedi usai bertemu pengurus PKS.
Aksi massa FUI hanya berlangsung kurang lebih 1 jam. Usai mereka membubarkan diri, muncul kelompok berikutnya yang menamakan diri Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Anti Judi (Germaji).
Mahasiswa yang mengenakan jaket almamater warna hijau berlogo Universitas Islam Assyaifiyah berjumlah 40 orang. Tuntutan mereka sama, yakni menolak PKS mendukung Syahrial pada pilkada yang berlangsung 4 September 2008 mendatang.
Sementara itu, akibat aksi massa ini, lalu lintas di Jl Mampang Prapatan macet. Sebab kendaraan milik pendemo diparkir di badan jalan. (irw/nrl)











































