"Sumpah pemuda itu bukan sumpah palapa. Sumpah pemuda itu kesetiaan untuk bersatu. Kalau sumpah palapa itu persatuan melalui tata cara hegemoni. Pemimpin harus seperti itu, " kata Sri Sultan.
Hal ini disampaikan Gubernur DIY itu dalam dialog Kebangsaan Nasionalisme di Tengah Arus Perubahan, di Hotel Sahid Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (26/8/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kini harus dikontekskan untuk mengurangi kebodohan dan kemiskinan, bukan lagi hidup dan mati," ujarnya. (ken/nrl)











































