Munculnya nama Zaenal Ma'arif dalam daftar caleg PD yang diajukan ke KPU sempat jadi perbincangan peserta Silatnas II partai bernomor urut 31 itu. Bukan perpindahannya saat injury time, tapi kondite buruknya terhadap SBY, ketua dewan pembina PD.
"Istilahnya kan dia pernah melukai PD, kok terus bisa jadi caleg. Dapat nomor jadi pula," ujar seorang pengurus DPC PD yang mewanti namanya tidak disebut, sesuai penutupan Silatnas II PD, Senin (25/8/2008), di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemampuan Ma'arif menggaet suara dukungan suara, adalah pertimbangan utama pihak DPP PD. Ini terbukti semasa di PBR sebelum pindah ke PPP dan akhirnya PD, kelihaian itu pula yang mengantar Ma'arif melenggang ke Senayan dan terpilih sebagai wakil ketua DPR.
"Jadi tidak ada dendam-dendaman dalam politik. Lagi kalau dia sudah caleg artinya Pak SBY sudah memaafkan, masa kita yang di bawah tidak memberi maaf," sambung yang mendapat caleg nomor jadi untuk daerah pemilihan wilayah Sulawaesi ini. (lh/ndr)











































