"Sore ini jam 18.50 WIB Samerot Rondonowu dan Man Rondonowu berangkat ke Spanyol dengan pesawat Lufthansa jurusan Jakarta-Frankfurt nomor LH779," kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Departemen Luar Negeri Teguh Wardoyo di Kantor Departemen Luar Negeri, Jl Taman Pejambon, Jakarta Pusat, Senin (25/8/2008).
Menurut Teguh, visa untuk dua orang saudara Nguni itu sudah diberikan pagi tadi pukul 10.00 WIB. Namun otoritas Jerman selaku tempat transit menghendaki agar kedua orang itu juga memiliki visa transit selama mereka di Frankfurt, Jerman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenai tes DNA keluarga Nguni, pihak Deplu sudah minta kepada Mabes Polri untuk melakukan tes DNA kepada keluarga Nguni. Hasilnya baru bisa diperoleh hari Kamis minggu ini. Begitu hasil itu keluar, rencananya hasil tes akan langsung dikirim ke Madrid.
"Jumat kemarin kita sudah minta Mabes Polri untuk melakukan tes DNA kepada Man (saudara kembar Nguni), dan itu sudah selesai. Tesnya hari Sabtu. Hasilnya diperkirakan Kamis nanti diperoleh. Nanti akan diterbangkan ke otoritas di Madrid," jelas Teguh.
Adapun untuk pemulangan jenazah, pihak Deplu masih menunggu keputusan otoritas Madrid.
"Mengenai kepulangan jenazahnya kita tunggu dari Madrid. Kita mengharap secepatnya. Kita mengikuti jalannya proses di Madrid. Ya insya Allah secepatnya jenazah akan kembali. Kita akan berusaha semampu kita," janji Teguh.
Teguh menambahkan, sekiranya diperlukan, pemerintah Indonesia mempersilakan otoritas Madrid untuk melakukan tes DNA, tes darah, dan tes air liur kepada Man.
"Sekiranya pemerintah setempat harus melakukan tes DNA kepada Man, tes darah dan air liur, kami persilakan," tegas Teguh. (sho/gah)











































