Tahlilan Jadi Jurus Jitu Gaet Konstituen

Tahlilan Jadi Jurus Jitu Gaet Konstituen

- detikNews
Senin, 25 Agu 2008 16:23 WIB
Jakarta - Menggaet konstituen melalui tradisi keagamaan ternyata masih dinilai jitu untuk menghadapi Pemilu 2009. Oleh karena itu, parpol disarankan memperbanyak kegiatan keagamaan untuk menggaet massa sebanyak-banyaknya.

Hal tersebut diungkapkan peneliti dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) Saiful Mujani saat menjadi pembicara dalam Silaturahmi Nasional (Silatnas) Dewan Penasihat Partai Golkar di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Senin (25/8/2008).

"Tahlilan merupakan cara yang sangat ampuh untuk menggaet massa. Di samping itu, salat jamaah juga. Saya sarankan kader Golkar kalau salat jangan sendirian, tapi ajak orang lain," ujar Saiful.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut dia, tujuan tahlilan dan salat berjamaah tidak hanya untuk menghadap Tuhan. Tetapi juga bisa digunakan sebagai ajang berkampanye.

"Karena tujuannya bukan hanya untuk menghadap Allah, tapi juga untuk kampanye," kata peraih gelar doktor dari Ohio State University, AS itu.

Saiful menambahkan, gereja ataupun tempat-tempat ibadah umat agama lain juga menjadi modal sosial yang penting untuk menjaring masa sebanyak-banyaknya.

Agar kampanye maksimal, Saiful menganjurkan parpol untuk memadukan dua strategi, yaitu darat dan udara. Strategi darat adalah dengan cara kampanye tatap muka, sedangkan strategi udara adalah melalui iklan di televisi.

"Mobilisasi lewat udara atau televisi juga dianjurkan. Di samping itu, serangan udara juga harus diikuti serangan darat, maksudnya bertatap muka dan memberi perhatian khusus kepada konstituen," imbuhnya.

Selain itu, kepada Golkar Saiful menyarankan agar lebih memberi perhatian khusus kepada para konstituennya yang berada di Jawa, khususnya Jawa Barat dan Banten. Menurutnya, siapa yang memenangkan pemilu di daerah itu akan menjadi pemenang di Pemilu 2009.

Saat ini pemilih perempuan, orang tua, dan orang kampung mendominasi pemilih partai berlambang pohon beringin tersebut. Karenanya, Golkar diharapkan untuk lebih memperhatikan kelompok sosial yang tergolong rentan itu. (sho/fiq)


Berita Terkait