Namun kedua kasus yang serupa ini tidak sama. Untuk kasus pertama, selain kakinya yang berjumlah empat sang bayi hanya mengalami gangguan pada bibir alias sumbing. Sedangkan untuk kasus kedua ini sang bayi mengalami kelainan jantung yang sangat gawat.
"Kalau tahun 2003 itu kami berhasil mengoperasi kakinya karena kondisi (sang bayi) pada umumnya stabil," kata Ketua Perinatologi RSCM Rinawati Rohsiswatno yang menangani kasus ini saat ditemui di ruang Parinatologi RSCM, Jl Diponegoro, Jakarta Pusat, Jumat (22/8/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah itu kami harus memikirkan kembali prioritas-prioritas operasi lanjutan apabila nanti operasi jantungnya berhasil," imbuhnya
Pantauan detikcom, saat ini bayi malang tersebut berada di ruang ICU di gedung Perinatologi RSCM. Bayi tersebut tampak mengalami kesulitan bernafas. Alat-alat kedokteran tampak menempel di tubuh mungilnya.
Biaya perawatan bayi ini tergolong mahal. Untuk biaya kamar ICU saja, Rp 500 ribu harus dikeluarkan tiap hari. Sedangkan untuk biaya perawatan tergantung obat-obatan yang dipakai. Nominalnya bisa mencapai jutaan rupiah.
Makanan bayi ini dibuat secara khusus di ruang nutrisi parenteral. Di ruangan tersebut terdapat sebuah inkubator yang berfungsi mencampurkan secara khusus obat-obatan dan makanan yang akan dimasukkan ke dalam infus.
Saat ini sang bayi masih memperoleh suplai nutrisi dari infus. Jika nanti kondisinya sudah stabil, makanan bisa dimasukkan lewat suntikan.
Bayi malang ini berada dalam satu ruangan dengan pasien-pasien bayi lain yang juga mengalami kelainan seperti berat badan tidak normal dan kelainan-kelainan lainnya.
(sho/iy)










































