"Habis operasi jantung selanjutnya akan kita lakukan pemberian makanan berupa ASI lewat mulut. Karena saat ini masih lewat infus," ujar Kepala Divisi Perinatologi RSCM Idham Amir dalam jumpa pers di RSCM, Jl Diponegoro, Jakarta, Senin (25/8/2008).
Idham mengatakan, Bayi berkaki 4 ini memiliki kelainan pada tulang panjang dan pendeknya yang tidak teratur serta memiliki dua penis.
"Tetapi saat ini, itu tidak prioritas tidak menyebabkan kematian. Penis pun masih bisa kencing," katanya.
Menurut Idham, kondisi terakhir bayi tersebut masih dengan berat badan 2,8 kg, agak sesak napas, detak jantung normal pada kisaran 90-120 per menit.
"Berat badan belum ada peningkatan. Masih dipuasakan dan makan masih lewat infus," imbuhnya. (gus/fiq)











































