Pantauan detikcom di Pasar Andir, Senin (25/8/2008), para pedagang tetap melayani pembeli seperti biasa. Mereka menjual barang dagangannya yang tersisa dari musibah kebakaran. Karena kiosnya ludes, para pedagang itu berjualan di terminal Pasar Andir. Sebagian pedagang lainnya, masih mencari sisa-sisa barang di antara puing-puing kios yang terbakar.
"Saya kasihan sama pelanggan saya, dan kebetulan barang-barang saya sebagian dapat diselamatkan," ujar Ade (45) pedagang kelontongan kepada detikcom.
Ade mengaku mengalami kerugian yang sangat besar akibat kebakaran tersebut. Seluruh daganganya yang senilai Rp 15 juta, hanya sekitar Rp 2 juta yang bisa diselamatkan. Ade terlambat menyelamatkan barang dagangannya karena rumahnya jauh dari Pasar Andir.
Camat Bayongbong Dadang Puwana mengatakan, total kerugian akibat kebakaran di Pasar Andir mencapai sekitar Rp 8,2 miliar. Jumlah itu terdiri dari kerugian fisik Rp 3,7 miliar dan kerugian material Rp 4,5 miliar.
"Dari 857 kios dan los yang ada, 448 di antaranya hangus terbakar. Kios dan los yang terbakar itu berada di blok A, B, C dan D," ujar Dadang.
Secara terpisah, Kepala Dinas Koprasi dan Pasar Kabupaten Garut Jawa Barat, Syamsudin, mengatakan sudah mengeluarkan kebijakan khusus untuk para pedagang Pasar Andiri yang menjadi korban kebakaran. Para pedagang tersebut dibebaskan dari pajak retribusi selama menempati kios darurat.
"Pembangunan kios darurat akan rampung dalam waktu 3 hingga 4 hari mendatang. Hal ini mengingat banyaknya kios yang terbakar sehingga butuh waktu untuk membersihkan puing-puing," ujar Syamsudin.
(djo/djo)











































