Untuk menyemarakkan acara, sejumlah kompetisi pun digelar. Yang paling unik dan menarik perhatian warga adalah lomba peragaan baju tradisional anak-anak Indonesia. Setiap anak diharuskan berjalan di atas panggung dan menjawab beberapa pertanyaan dari MC.
Lucunya, tak semua anak bisa menjawabnya dengan bahasa Indonesia. Sebagian besar justru kebingungan dan menjawab dengan bahasa Jerman setelah seorang asisten MC membantu menerjemahkan. Pantas saja mereka tak mahir berbahasa Indonesia karena sebagian besar dari mereka telah lama tinggal dan menetap di Austria.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Harga pun tak tanggung tanggung. Sebagian besar makanan dipatok 5 Euro (sekitar 70 ribu rupiah) untuk satu porsinya. Meski demikian, menjelang siang, hampir semua stand makanan telah laris manis dan bersiap bongkar tenda.
Pesta rakyat ini sendiri adalah penyelenggaraan tahun ketiga. Ajang ini seakan menjadi reuni warga Indonesia yang telah lama tak bersua. Tak hanya itu, pesta rakyat menjadi wahana warga Indonesia untuk bertukar pikiran dan informasi tentang peluang belajar, bekerja, dan hidup di negeri orang.
Di akhir acara, tiket gratis pulang ke Indonesia pun diundi. Inilah saat yang ditunggu-tunggu bagi mereka yang telah membeli nomor undian. Tegang, cemas, dan berharap harap bisa pulang ke Tanah Air tanpa biaya.
Ketegangan pun cair saat Duta Besar Triyono Wibowo mengumumkan pemenang, yang jatuh pada warga Indonesia yang tinggal di Innsbruck, Tirol. Menurut panitia acara, seluruh hasil pembelian undian akan didonasikan untuk beasiswa pendidikan masyarakat Indonesia di Tanah Air.
(sal/nrl)











































