Peristiwa bom bunuh diri itu terjadi Minggu (24/8/2008). Demikian seperti dilansir Reuters.
Menurut keterangan polisi setempat, ledakan bom itu terjadi di kediaman seorang syeikh yang tengah merayakan pembebasan putranya dari tahanan Amerika Serikat (AS). Korban terdiri dari perempuan dan anak-anak, dan sebagian anggota patroli AS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ini merupakan serangan bom terbesar dalam seminggu terakhir di Irak. Karenanya, peristiwa itu banyak disayangkan oleh berbagai kalangan di Irak, mengingat kondisi di negara tersebut yang mulai komdusif. (vna/irw)











































