"Ini memang baru. Sebelumnya, belum pernah ada yang mau mengumumkan bakal pengisi kabinetnya," kata pengamat dari lembaga kajian politik IndoBarometer, M Qodari, saat berbincang dengan detikcom, Minggu (24/8/2008).
Qodari mengajukan perbandingannya dengan era Soeharto. Pada zaman Orde Baru, bakal pengisi kursi menteri sepenuhnya ditentukan Presiden dan tidak pernah diungkap. Apalagi, sampai memberi kesempatan bagi publik untuk menilai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usai pecahnya reformasi pun tidak ada perubahan berarti. Pengisi kabinet di tahun 1999 atau 2004, tetap memakai gaya ala Soeharto.
"Belum pernah ada yang memulai seperti ini. Pada dasarnya lebih banyak yang belakangan. Walaupun misalnya sudah ada peta-peta calonnya," jelas Qodari.
Baginya, terobosan semacam ini sangat diperlukan untuk membangun kabinet yang lebih berkualitas. Apalagi jika nama-nama yang muncul bisa dikomunikasikan dengan publik.
"Selama ini kan di-fait a comply terus, tiba-tiba sudah jadi. Suka tidak suka ya harus diterima. Kalau dari sekarang kan orang bisa memberi respon," imbuhnya.
(fiq/iy)











































