"Pemilihan Biden ini mengecewakan, karena dia adalah pencipta pembagian Irak," kata salah seorang anggota parlemen Irak asal kelompok Sunni, Salih al-Mutlaq seperti dikutip reuters, Sabtu (23/8/2008).
Salih melanjutkan saat itu para politisi di Irak menolak usulan itu, alasannya pembagian berdasarkan kawasan justru memicu peperangan baru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Biden mengusulkan Irak dibagi kedalam federasi atau wilayah otonomi Sunni, Syiah, dan Kurdi. Saat itu memang, konflik sektarian di Irak meningkat secara signifikan.
"Ide itu seperti di Bosnia, menciptakan persatuan Irak dengan melakukan desentralisasi, membagi berdasarkan kelompok agama," jelas Salih.
Biden memuat usulannya itu dalam tulisan di koran New York Times pada 2006 lalu. "Kelompok Kurdi, Sunni, dan Syiah bertanggung jawab atas persoalan hukum, administrasi, dan keamanan di wilayahnya masing-masing. Sedang pemerintah pusat mengatur persoalan keamanan, urusan luar negeri dan penerimaan minyak," jelas Salih menjelaskan usulan Biden.
(ndr/)











































