"Iklan efektif untuk memperkenalkan calon atau partai. Untuk dikenal (calon atau parpol) memang harus sosialisasi. Tapi sejauh ini hanya untuk memperkenalkan efektifnya, untuk efisiennya belum bisa dipastikan," kata Direktur Indo Barometer, M Qudari, dalam Diskusi "Iklan Politik Antara Dana dan Etika" di Warung Daun, Jl Pakubuwono,
Jakarta, Sabtu (23/8/2008).
Hal senada disampaikan pemerhati TV, Arswendo Atmowiloto, yang juga hadir sebagai pembicara dalam diskusi tersebut. Dia menilai iklan politik tersebut efektif mendongkrak popularitas seorang capres atau parpol.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun demikian, para pembicara sepakat bahwa iklan politik tetap harus memperhatikan etika. Materi iklan harus dilakukan secara jujur, benar dan bertanggungjawab.
"Bagi para caleg atau parpol yang beriklan harus dapat profesional, jujur, dan bertanggung jawab. Dan bagi yang membuatkan iklannya juga harus lihat lagi visi misi partainya. Jangan hanya melihat dari sisi bisnisnya saja," ungkap Ridwan Handoyo, Ketua Badan Pengawas Peiklanan.
(djo/djo)











































