Demikian disampaikan Kementerian Dalam Negeri Afghan seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (23/8/2008).
"76 orang, semuanya warga sipil dan kebanyakan dari mereka wanita dan anak-anak, menjadi martir saat operasi pasukan koalisi di Provinsi Herat, Distrik Shindand," demikian pernyataan Kementerian Dalam Negeri Afghan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Koalisi AS mengkonfirmasi bahwa mereka telah melancarkan operasi yang mencakup serangan udara di Provinsi Herat, Afghanistan barat. Namun menurut pihak koalisi, hanya 30 gerilyawan Taliban yang tewas dalam operasi yang dilancarkan Jumat, 22 Agustus waktu setempat itu. Koalisi mengaku tidak tahu adanya korban jiwa dari warga sipil.
Juru bicara militer AS, Letnan Satu Nathan Perry mengatakan, sekitar 30 militan Taliban tewas dalam operasi itu dan lima lainnya ditahan. Pasukan AS juga menemukan sebuah gudang senjata dan amunisi dalam operasi itu.
Presiden Afghanistan Hamid Karzai mengutuk operasi koalisi pimpinan AS itu. Menurutnya, dalam melancarkan operasi militer, pasukan AS tidak melakukan koordinasi dengan pejabat-pejabat keamanan setempat.
Militer AS kemudian menyatakan akan menyelidiki kabar mengenai jatuhnya korban jiwa warga sipil. "Semua tuduhan mengenai adanya korban jiwa warga sipil ditangani dengan sangat serius. Pasukan koalisi melakukan segala upaya untuk mencegah cedera atau kematian orang-orang tak bersalah," demikian statemen militer AS. (ita/ita)










































