Pengumuman itu disampaikan oleh Perdana Menteri (PM) Malaysia Datuk Seri Abdullah Ahmad Badawi seperti dilansir harian lokal, The Star, Sabtu (23/8/2008).
Dalam pernyataannya, Badawi mengatakan, penurunan harga BBM ini dilakukan setelah mempertimbangkan turunnya harga minyak global selama beberapa pekan terakhir serta tingginya inflasi pada Juli lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada 4 Juni lalu, pemerintah Malaysia mengumumkan kenaikan bensin sebesar 78 sen per liter dan kenaikan diesel sebesar 1 ringgit per liter. Alasannya, pemerintah tak bisa lagi terus mensubsidi BBM.
Kemudian pada 1 Agustus lalu, Badawi mengumumkan, harga BBM akan ditinjau tiap bulannya sejak 1 September berdasarkan harga minyak rata-rata di pasar global.
Dikatakan Badawi, pemerintah ingin masyarakat merasakan keuntungan dari turunnya harga minyak mentah dunia saat ini.
"Ada kemungkinan bahwa harga akan naik lagi jadi sayang kalau kita tidak menurunkan harga kita sekarang. Ini untuk merasakan keuntungan dari turunnya harga global saat ini," kata Badawi.
Ditandaskannya, kalaupun pemerintah terpaksa menaikkan lagi harga BBM tahun ini, pemerintah akan mematoknya pada kisaran harga tidak lebih dari 2,70 ringgit per liter bensin. (ita/ita)










































