TNI Tidak Perlu Kaji Lagi Kasus Timika

TNI Tidak Perlu Kaji Lagi Kasus Timika

- detikNews
Sabtu, 23 Agu 2008 08:47 WIB
TNI Tidak Perlu Kaji Lagi Kasus Timika
Jakarta - TNI tidak perlu mengkaji lebih dalam hasil temuan Jurnal South East Asia yang menyebutkan TNI terlibat dalam insiden penembakan bus di Timika tahun 2002 lalu. TNI juga meminta masyarakat agar tidak terpancing trik pihak-pihak yang ingin menyudutkan TNI.

"Kita tidak perlu mengkaji sesuatu yang tidak jelas, biarlah itu menjadi gurauan di siang hari," ujar Kapuspen TNI Marsekal Mabes TNI Marsekal Muda Sagom Tamboen ketika dihubungi detikcom, Sabtu (23/8/2008).

Sagom menjelaskan permasalahan ini sudah selesai. Ia juga membantah kedekatan Antonius Wamang, pelaku penembakan ini dengan sejumlah perwira TNI.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tidak benar itu. Kalau misalnya ia disuruh TNI pasti ia akan mengadu di pengadilan, tapi ini kan tidak. Ia menerima semua hukumannya," jelas perwira tinggi berbintang dua ini.

Sagom juga meminta agar masalah ini tidak ditanggapi secara berlebihan. Ia menjelaskan jangan sampai terpancing oleh oknum-oknum yang ingin membuat masalah baru dari insiden ini.

"Itu yang kami cemaskan, jika kita tanggapi malah akan memperkeruh suasana," jelasnya.

Seperti diketahui, Kantor Berita Perancis AFP, mengutip Jurnal South East Asia Research yang menyatakan Antonius Wamang bukan dalang tunggal dalam kasus penembakan yang menewaskan 2 guru warga negara Amerika Serikat (AS) di Timika pada tahun 2002 tersebut.

Jurnal tersebut juga menyebutkan ada seseorang yang disebut memiliki hubungan dekat dengan TNI dan membantu pimpinan Tentara Papua Nasional, Antonius Wamang, menyiapkan serangan berdarah tersebut. Orang itu juga memberi saran Antonius untuk membeli senjata yang digunakan dalam penyerangan tersebut.

(rdf/rdf)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads