"Rencananya kami berangkat pada tanggal 25 Agustus besok sampai tanggal 31 Agustus. Kita ingin mengetahui apakah yang pas di Indonesia," kata ketua rombongan Soeripto dalam konferensi pers di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (22/8/2008).
Menurut politisi PKS ini, Rencananya studi banding ke Lebanon ini akan diikuti 12 orang anggota Panja dan 2 orang staf sekretariat DPR RI.
Rombongan yang akan berangkat adalah Suripto (Wakil Ketua Komisi III DPR/Ketua Panja RUU Palang Merah), Mulfachri Hararap (Fraksi PAN), H.Maiyasyak Johan (Fraksi PPP), Nannie Hardiyanti (Fraksi Partai Golkar), Wila Chandrawila Supriadi (Fraksi PDIP), M.Nurdin (Fraksi PDIP), H. Daday Hudaya (Fraksi Partai Demokrat), Yudo Paripurno (Fraksi PPP), Ahmad Kurdi Moekri (Fraksi PPP), Patrialis Akbar (Fraksi PAN), Soeharno (Fraksi Kebangkitan Bangsa), Nasir Jamil (Fraksi PKS), Insan Abdirrohman (sekretariat komisi III DPR), Agus Widodo (sekretariat komisi III DPR)
“Anggaran yang dikeluarkan per orangnya adalah US$ 4000 dengan jumlah total 12 anggota DPR dan 2 staf dari DPR RI. ”jelas pria yang menjabat Ketua Panja RUU Palang Merah.
Soeripto mengatakan rencana perjalanan ke Lebanon untuk mencari masukan-masukan dan melihat secara langsung bagaimana Palang Merah Lebanon dan Bulan Sabit Merah di Lebanon menjalankan tugasnya.
“Yang menarik adalah bagaimana bisa membuat lembaga yang bergerak di sektor kemanusiaan di Lebanon seperti Palang Merah dan Bulan Sabit Merah di Libanon tanpa harus bersinggungan,” jelas wakil ketua Komisi III DPR ini.
“Kami akan memulai tradisi baru dimana jika akan melakukan kunjungan kerja ke luar negeri akan terlebih dahulu mengumumkan kepada publik, termasuk siapa saja yang akan berangkat, biaya yang dikeluarkan, dan apa yang akan dicapai,” ucapnya.
Dalam studi banding kali ini, lanjut Soeripto, tidak ada satu orangpun anggota DPR yang membawa keluarganya. “Sampai ini hari tidak ada yang menyatakan akan membawa istri atau suami,” pungkasnya. (yid/rdf)











































