Saat melancarkan aksinya, tersangka Joe - panggilan akrab pria kelahiran Irian tahun 1985 itu - mengaku orangtuanya adalah seorang menteri dan keluarganya bekerja di PT Freeport. Pria yang bertempat tinggal di Banjarmasin Kalimantan Selatan itu setiap hari berpenampilan perlente menggunakan mobil Toyota Innova yang sudah divariasi perlengkapan mobilnya.
Dandanannya pun keren. Dia mengenakan pakaian dan sepatu bermerek mahal. Handphone yang digunakan juga keluaran terbaru dan selalu berganti-ganti. Semua barang itu dibeli dari hasil kejahatan menipu para gadis yang semuanya berparas cantik.
Aksi menipu Joe terhenti, setelah dia ditangkap aparat Polsek Depok Timur, Sleman. Dia ditangkap saat menginap di sebuah hotel di Yogyakarta.
Joe dibekuk setelah polisi mendapat laporan dari salah satu korban bernama Kanya yang mengaku handphone dan uangnya diambil oleh Joe, saat tersangka berkunjung ke kosnya. Dan saat dibekuk polisi, Joe masih membawa beberapa telepon genggam milik beberapa korban yang belum dijual.
Kapolsek Depok Timur AKP Tubagus Faisal kepada wartawan di kantor Jl Ringroad Utara, Condongcatur Depok, Sleman, Jumat (22/8/2008) mengatakan pelaku saat menipu para korbannya selalu mengaku sebagai anak seorang menteri dan orang kaya di Jakarta. Pengakuan sebagai anak menteri itu membuat para mahasiswi itu terpikat dan mau dipacari. Padahal niat tersangka untuk mendekati dan memacari hanya untuk mengambil barang-barang berharga seperti handphone, uang, atau perhiasan.
Menurut Kapolsek, dari 7 orang mahasiswi yang menjadi korban itu sebagian besar sudah saling mengenal. Tempat tinggal atau kos juga tidak jauh di sekitar wilayah Kecamatan Depok dan Ngemplak Sleman. "Korban yang paling jauh adalah mahasiswi yang kuliah di Malang Jawa Timur," kata Faisal.
Dia mengatakan dari keterangan beberapa orang saksi/korban, sebagian besar mengaku sudah dipacari tersangka dalam waktu 1-2 bulan. Setelah itu, barang-barang berhasil diambil, tersangka kemudian kabur dan tidak nongol lagi.
"Sebagian besar korban tertipu luar dalam. Dari pengakuan tersangka, ada korban yang ditinggal di Ngemplak yang pernah diperkosa. Kami masih mendalami dan terus memeriksa tersangka. Korban mungkin lebih dari 7 mahasiswi," kata dia.
Menurut , sebelum tertangkap polisi juga sudah curiga dengan tersangka karena mobilnya yang sering terlihat di wilayah Seturan dan Babarsari Depok itu sering berganti-ganti plat nomor. "Pelaku bisa dikenai pasal penipuan, pencurian dan tindak pidana pemerkosaan," pungkas Faisal. (bgs/asy)











































