Tes ini akan dilakukan jika tes DNA yang dilakukan terhadap keluarga yang mengaku sebagai kerabat Mr X tidak menunjukkan kecocokan.
"Kalau memang tes DNA menunjukkan Mr X ini cocok dengan keluarganya, maka berarti (Mr X) bukan Aldo, dan terbukti pengakuan Ryan itu nggak benar. Tapi kalau memang tidak cocok, berarti (Mr X) bukan keluarga mereka. Kalau begitu kita akan lanjutkan untuk mengetes DNA orang tua Aldo terhadap jenazah (Mr X) tersebut," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Abubakar Nataprawira di Mabes Polri, Jl Trunojoya, Jakarta Selatan, Jumat (22/8/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padahal, sebelumnya polisi sudah berhasil menangkap 3 orang pelaku pembunuh Aldo. Dua orang sudah divonis masing-masing 12 dan 17 tahun. Sedangkan yang satu masih dalam proses persidangan.
Pihak keluarga Aldo juga menegaskan bahwa korban pembunuhan yang ditemukan di perkebunan tebu Desa Bandarkedungmulyo, Jombang, Jawa Timur, Sabtu 22 Juli 2007 silam itu adalah Aldo. Ibu Aldo, Masyitoh, bahkan menyebut Ryan sebagai pembohong besar karena telah mengaku membunuh anaknya.
"Ryan itu pembohong besar. Tidak benar jika anak saya jadi korban Ryan. Saya tahu mayat (di perkebunan tebu) itu anak saya," kata Masyitoh kepada detiksurabaya.com di rumahnya di Desa Kalangsemanding, Kecamatan Perak, Jombang, Jawa Timur, Kamis (21/8/2008).
Saat ini polisi masih melakukan tes DNA terhadap tiga orang dari keluarga yang mengaku sebagai kerabat Mr X. Satu orang menunjukkan hasilnya kurang identik. Polisi masih menunggu hasil dari dua orang yang lain. Jika hasil ketiganya tidak cocok, maka polisi akan melakukan tes DNA orang tua Aldo untuk mendalami kemungkinan kebenaran pengakuan Ryan. (sho/nrl)











































