45% Makanan Olahan Tercemar, Kasus Keracunan di Sekolah Tinggi

45% Makanan Olahan Tercemar, Kasus Keracunan di Sekolah Tinggi

- detikNews
Jumat, 22 Agu 2008 16:27 WIB
45% Makanan Olahan Tercemar, Kasus Keracunan di Sekolah Tinggi
Jakarta - 45 Persen produk pangan olahan di lingkungan sekolah tercemar bahan berbahaya. Wajar jika sekolah dan kampus menjadi tempat yang paling sering terjadi kasus keracunan makanan.

Demikian data tahun 2007 yang dimikili Badan Pengawasan Obat dan Makanan (POM) dalam rilis yang diterima detikcom, Jumat (22/8/2008). Sekolah adalah lokasi paling sering terjadi keracunan setelah rumah tangga.

Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya (BPOM) Dedi Fardiaz mengatakan, hingga kini, potensi bahaya makanan masih tinggi. Hal itu terjadi karena masih minimnya pengetahuan masyarakat khususnya pedagang makanan mengenai pemilihan dan pengolahan pangan yang aman dan tepat.

"Ini menyebabkan potensi bahaya makanan makin tinggi," katanya.

Karena alasan ini pula, BPOM akhirnya meluncurkan 'Petualangan Pompi'. Petualangan Pompi adalah bentuk penyuluhan modern yang dikemas secara atraktif, inovatif dan kreatif.

Aktivitas yang akan dimulai perdana pada 28 Agustus di SD Bintaro 03 nanti, akan menyosialisasikan 5 kunci keamanan pangan dan bahan berbahaya yang dilarang dalam pangan kepada anak-anak.

Diharapkan, dengan Petualangan Pompi, anak-anak dapat memilih makanan yang sehat. Selain itu, pedagang juga lebih selektif dalam memilih bahan makanan yang aman. (ken/iy)


Berita Terkait