"Pidato Presiden SBY itu sangat baik dan jelas karena memberikan optimisme baru. Janganlah ini dikait-kaitkan dengan Pemilu 2009. Jadi jangan dipolitisir," kata Ginandjar pada wartawan usai sidang paripurna DPD di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (22/8/2008).
Menurut Ginandjar, sebagai pemimpin bangsa, memang sudah selayaknya Presiden SBY menyampaikan pidato yang memberikan harapan baru pada semua komponen bangsa termasuk kepala daerah. Karena, jika Presiden menyampaikan pidato yang berisi keluhan, bukan solusi yang akan muncul tapi persoalan yang semakin menumpuk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal yang sama juga disampaikan Wakil Ketua MPR Aksa Mahmud. Menurutnya, pidato Presiden SBY kali ini terlihat berbeda dari pidato-pidato sebelumnya. SBY dinilai mampu secara komunikatif menyampaikan sikap pemerintah dan solusi-solusi mengenai persoalan daerah yang muncul.
"Pidato kali ini bagus sekali. Ini berbeda dari sebelumnya dan terlihat lebih ramai. Karena disaksikan para Gubernur dan Bupati-walikota serta anggota-anggota DPRD. Ini menunjukkan Presiden sudah konfiden," terangnya.
Aksa membantah jika pidato SBY yang cair dan komunikatif ini dimaknai sebagai kampanye 2009. SBY memang seharusnya menyampaikan pidato dengan tegas dan percaya diri.
"Nggak ada itu kampanye, nggak ada. Pidato itu semata-mata karena Presiden harus menyampaikan demikian. Ini justru menunjukkan presiden tegas," pungkasnya.
(yid/nrl)











































