"Saya merasa kecewa bahwa Ketua Umum Golkar dan beberapa teman DPP. Heran saya. Kok sepertinya, ya pergi saja. Tinggalkan Golkar saja," kata Fadel.
Curahan hati pria ganteng itu disampaikan usai menghadiri pidato Presiden SBY di hadapan anggota DPD di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (22/8/2008).
Fadel menilai, sikap itu tidak tepat karena dirinya telah lama berkecimpung di partai berlambang pohon beringin itu. "Saya kan tumbuh dan besar di Golkar," ujarnya.
Fadel juga menyindir pernyataan Jusuf Kalla yang seakan mempersilakan dirinya pindah ke partai lain. "Saya kira tidak tepat. Kita di Gorontalo. Saya ini Ketua DPD I Gorontalo," katanya.
"Saya itu dua periode pengurus harian di Golkar pusat. Saya belum mendengar pemimpin ketika anak buahnya ada masalah seperti begitu," katanya.
Meski begitu, Fadel mengaku tetap tunduk kepada kebijakan Golkar. Saya menerima dan tunduk kepada partai tapi kan ada kebijakan-kebijakan yang mesti dilihat dan apabila anak buah ada suatu kebijakan yang lain tidak perlu kita mengusir orang tersebut dengan bahasa yang kasar. Itu kan tidak tepat," katanya.
Pada Rabu 20 Agustus lalu, Kalla menyatakan tidak keberatan jika Fadel pindah partai. "Oh silakan saja kalau mau pindah partai," kata Kalla.
(ken/nrl)











































