Diplomat dan Pakar Bahas Keamanan Asia-Pasifik

Diplomat dan Pakar Bahas Keamanan Asia-Pasifik

- detikNews
Jumat, 22 Agu 2008 14:53 WIB
Diplomat dan Pakar Bahas Keamanan Asia-Pasifik
Den Haag-Praha - Para diplomat dan pakar akan membahas isu tantangan-tantangan baru keamanan Asia dari perspektif Nato dan Uni Eropa (UE) dalam konferensi yang digelar The Prague Security Studies Institute (PSSI).

Konferensi di bawah supervisi Menlu Ceko Karel Schwarzenberg yang akan berlangsung di Praha selama 3 hari, 7-9/9/2008, itu mengambil topik Tantangan Keamanan Asia-Pasific: Implikasi untuk Eropa dan Aliansi Atlantik.

Topik konferensi akan mencakup keterkaitan antara kunci ekonomi regional dan isu keamanan, tinjauan keamanan di kawasan, dan kebangkitan Asia Selatan sebagai pusat teater global.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu juga akan dibahas ancaman rudal balistik terhadap Asia Timur dan pencarian arsitektur pertahanan rudal yang optimal, perkembangan kisis nuklir Korea Utara, eskalasi permintaan energi Cina dan India serta implikasinya untuk keamanan energi global, dan laporan atas demokrasi regional dan penghormatan HAM.

"Kami yakin bahwa debat mendasar dari isu ini harus sudah diselenggarakan sebelum Republik Ceko menduduki Kepresidenan UE pada Januari 2009," jelas Direktur Program PSSI, Jiri Schneider dalam siaran pers yang diterima detikcom di Belanda, Kamis petang atau Jumat (22/8/2008) WIB.

Konferensi ini akan diikuti para pakar dan negarawan, antara lain Alberto G. Romulo (Philipina), Anand Sharma (India), Vaclav Havel (mantan Presiden Ceko), Nobuo Tanaka (International Energy Agency), C. Richard D'Amato (US-China Economic and Security Review Commission), Pierre Morel (EU Special Representative for Central Asia), Gennadi Chufrin (Institute of World Economy and International Relations, IMEMO).

Salah satu pendiri PSSI, Roger W. Robinson Jr, mengharapkan kegiatan konferensi ini akan memperkaya debat mengenai keprihatinan atas isu-isu tersebut di atas.

"Harapan kami konferensi ini menghasilkan opsi konkrit terbaik, serta kebijakan kreatif untuk pertimbangan bagi para pemimpin kawasan dan juga Aliansi Atlantik," demikian Robinson Jr.
(es/es)


Berita Terkait