Kasat Lantas Polres Boyolali mengatakan, mobil hijet 1.000 warna merah nopol E 1332 AG tersebut melaju dari arah Semarang menuju arah Solo. Dari olah TKP yang dilakukan tim Polda Jateng bersama Polwil Surakarta dan Polres Boyolali, diketahui mobil melaju dalam kecepatan sedang.
"Mobil oleng lalu menabrak pembatas jembatan. Dua tiang pembatas ambrol. Mungkin sopirnya mengantuk, apalagi jalan menikung. Kecepatannya sedang saja, antara 60-80 km/jam. Tapi karena pembatas hanya tipis sehingga tidak bisa menahan kendaraan. Seandainya pembatasnya dari baja mungkin mobil itu bisa selamat," ujar Hindarsono, Jumat (22/8/2008).
Dari keterangan lima saksi yang menolong para korban, menurut Hindarsono, setelah menerobos pembatas jalan mobil itu langsung melaju dan terjun ke dasar jurang di bawah jembatan. Setelah membentur dasar jurang mobil kembali terpental dan sekali lagi terbentur di bagian lain.
"Pada benturan pertama, korban selamat Arif Kurniawan terpental. Sedangkan lima korban lain tetap di dalam mobil. Pada benturan kedua mobil mulai terbakar. Saksi mengatakan, para korban masih minta tolong karena terjepit. Karena api semakin membesar warga tidak bisa mengeluarkan mereka," lanjutnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, mobil Hijet 1.000 warna merah Nopol E 1332 AG pukul 05.30 WIB mengalami kecelakaan di jembatan Keteng, Pule, Boyolali Kota. Mobil menabrak pembatas jembatan dan terjun sedalam 10 meter lalu terbakar. Lima orang tewas seketika termasuk seorang bayi dan seorang lagi selamat. (mbr/djo)











































