Mereka menuntut pemerintahan SBY-JK mengusut tuntas kasus penembakan warga sipil Opinus Tabuni pada saat perayaan Hari Pribumi Internasional di Wamena, Papua Barat, tanggal 9 Agustus 2008.
Massa aksi tiba di Bundaran HI pukul 11.00 WIB dengan menggunakan satu buah Metro Mini. Begitu tiba di lokasi, mereka melakukan orasi dan menggelar 2 spanduk bertuliskan "Buka Ruang Demokrasi Bagi Rakyat Papua Barat" dan "Tegakkan Deklarasi PBB tentang Hak Bangsa Pribumi. Usut Tuntas Insiden 9 Agustus 2008 Wamena Papua Barat". Satu buah poster bertuliskan "Tarik Militer dari Wilayah Papua Barat" juga mereka pampang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Viktor, sampai saat ini warga Papua masih belum memperoleh jaminan atas kebebasan berekspresi dan menyampaikan pendapat sebagaimana diatur oleh UUD 45. Rakyat Papua masih dianggap separatis, dan cara-cara kekerasan masih sering digunakan oleh pemerintah untuk menghadapi rakyat Papua.
"Kami meminta agar militer segera keluar dari Papua," tuntutnya.
Aksi itu terbilang cukup singkat. Setelah setengah jam berorasi, massa akhirnya membubarkan diri. Aksi itu sama sekali tidak mengganggu lalu-lintas di sekitar Bundaran HI. Sepuluh personel polisi tampak berjaga-jaga selama aksi berlangsung. (sho/nrl)











































