Petugas bus pun kewalahan, saat harus menghalau penumpang yang memaksa masuk sementara bus telah penuh. "Masih ada bus bus lain yang sebentar lagi pasti datang, okay!".
Itulah gambaran para penumpang yang tak sabar ingin segera sampai ke sebuah desa bernama Parndorf, 45 menit dari ibukota Wina. Pantas saja mereka rela berjejal menaiki bus, pasalnya hari itu, pusat pertokoan high class yang terletak di Parndorf tengah membanting harga habis-habisan dalam rangka 'Summer Sale End'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya mungkin akan ke Timberland membeli sepatu. Jika sale (seperti saat ini), harganya bisa jauh lebih murah," ungkapnya.
Parndorf ternyata sebuah kompleks galeri fesyen dan gaya merek dunia yang dibangun berjajar saling berlawanan dengan sebuah area parkir sangat luas di tengah-tengahnya. Di luar area belanja, Parndorf tak ubahnya sebuah desa dengan pemukiman penduduk dan bentangan sawah yang mengelilingi. Inilah yang menjadi menarik dari Parndorf, sebuah pusat perbelanjaan dunia di tengah-tengah desa.
Outlet belanja pun sama sekali tak seperti mal atau department store, melainkan lebih seperti kompleks perumahan tipe 45 yang yang berjejer-jejer melingkar dicat warna-warni. Di atas setiap outlet, atau rumah-rumahan itu, dipampang papan nama masing-masing produk.
Beberapa merek seperti ESCADA, BARBOUR, BALLY, Burberry, SWATCH, SALAMENDER, MANGO atau PRADA menjadi penghuni Parndorf. Selain mereka, masih ada sekitar 45 outlet lebih yang hadir di sana untuk menjadi target belanja para shopaholic. Di kala masih mencoba menguasai medan Parndorf, saya sempat beberapa kali tak sengaja berpapasan dengan warga Tanah Air yang asyik berbelanja dengan kolega atau keluarganya.
Hmmm.. ternyata Parndorf sudah menjadi salah satu favorit wisata belanja para turis di Austria. Dalam jangka waktu kurang dari 1 jam saya berada di sana, halaman Parndorf sudah dipenuhi oleh mobil dan manusia.
Well, apakah harga benar-benar miring? Jika dibandingkan dengan harga normal, memang harga saat itu jauh lebih murah. Misalkan saja, harga sepatu Bally pria dari seharga 157 Euro melorot menjadi 98 Euro, atau harga kaos MANGO yang berharga normal 12 Euro dipatok hanya 4,90 Euro. Bagi mereka yang berkantong tebal sekaligus hobi belanja tentu harga sekian tak kan memusingkan.
Nah, jika kaum perempuan sibuk berbelanja, ternyata prianya pun tak kalah disibukkan dengan serangkaian tugas. Para bapak bertanggung jawab menjaga anak atau menggendong bayi sementara sang bunda berbelanja. Pemandangan unik pun terjadi saat waktu membayar tiba. Sang ibu menyerahkan segepok barang belanjaan ke suami, para suami kemudian beranjak mengambil antrean di depan kasir yang begitu panjang. Giliran sang ibu kini yang menggendong sang buah hati sembari duduk lelah kepayahan.
Menurut Gerald, warga Wina, Big Sale di Parndorf dilakukan 4 hingga 5 kali dalam setahun. Namun yang terbesar adalah saat pergantian musim panas dan musim dingin dimana obral besar-besaran digelar. Parndorf menjadi semakin tersohor sebagai sentra wisata belanja di Wina setelah akses menuju ke sana juga semakin mudah.
Hanya dengan membayar 5 Euro, Anda bisa berangkat setiap hari menggunakan bus yang setiap jam berangkat dari stasiun Karlplatz. Uniknya, tiket bus dibeli saat Anda kembali ke Wina, bukan saat berangkat ke Parndorf. Jadi, jika mujur, anda bisa menebeng kawan atau kenalan yang membawa kendaraan pribadi saat pulang ke Wina. Asyik kan? (sal/nrl)











































