Kapoltabes Pekanbaru, Kombes Moehgiyanto mengungkapkan hal itu di Mapolda Riau, Jl Sudirman, Pekanbaru, Kamis (21/8/2008). Dia menyebut, dari enam tersangka ini, tiga orang di antaranya merupakan pelaku utama. Sedangkan tiga tersangka lainnya dalam kasus perampokan ini hanya turut membantu.
Ketiga pelaku utama itu adalah, Indra Cancer, Khairuil dan Dodi. Ketiganya selama ini terlibat berbagai aksi perampokan di Pekanbaru. Sedangkan tiga tersangka lagi, Harizadin, Rizky dan Slamet selama ini turut membantu. Kasus perampokan itu antara lain, membongkar ATM Bank Mandiri di areal PTPN V Pekanbaru dengan nilai uang Rp 335 juta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setiap melakukan aksi perampokan mereka ini selalu menggunakan senjata api. Setidaknya dari tangan tersangka sudah kita amankan 3 pucuk senpi yang mereka beli dari Bandung . Dua senpi jenis standar, satu lagi jenis rakitan," kata Moehgoyanto.
Menurutnya, setelah mereka melakukan perampokan di Pekanbaru, para tersangka berpencar ke berbagai kota . Indra Cancer selama ini berpindah pindah dari Jambi ke Medan . Sedangkan untuk Khairil dan Dodi melarikan diri ke Bandung .
"Awalnya kita berhasil menangkap Indra di Medan. Dari sana kita mengembangkan kasus ini. Dari Indra kita mengetahui kalau rekan-rekanya melarikan diri ke Bandung," ujar Moehgoyanto.
Sedangkan Khairil dan Dodi dalam pelariannya di Bandung, mereka kembali melakukan melakukan aksi perampokan. Misalnya saja, keduanya melakukan aksi perampokan di bank BRI Bandung, Bank BNI, Subang, dan Bank BRI Cirebon.
"Untuk mengungkap kedua pelaku yang lari ke Bandung kita, kita koordinasi dengan Mabes Polri dan Polda Jabar. Dari sana kedua pelaku berhasil kita ringkus. Kasus ini masih terus ditindak lanjuti.Karena masih ada empat tersangka lainnya yang masuk dalam DPO kita," tutur Moehgiyanto.
(cha/djo)











































