"Semangat temen-temen tadi begitu tinggi ingin mandapatkan data hari ini. Kira-kira kalau ketemu BPK langsung mendapat jawaban-jawaban yang mendalam, tetapi tadi memang BPK baru menyampaikan secara global," ujar Ketua Panitia Angket BBM Zulkifli Hasan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (21/8/2008).
Dalam penjelasannya, BPK menjelaskan 3 tema utama, yaitu Industri Minyak dan Gas Bumi di Indonesia, Hasil Pemeriksaan BPK, dan Rencana Aksi (Action Plan) BPK. Dalam tema pemeriksaan, BPK melihat beberapa kontrak kerja sama yang lemah antara pemerintah dan pengusaha tanpa menjelaskan penyebabnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Zulkifli, tidak sesuainya penjelasan BPK dengan harapan Panitia Angket lebih disebabkan masalah teknis. "Ini soal waktu. Kan DPR baru masuk tanggal 16 Agustus 2008 (setelah masa reses) sehingga undangan kita memang baru kemarin jam 15.00 WIB. Setelah ditanya apakah BPK siap? Dijawab siap. Sehingga hasilnya seperti itu, kurang optimal," jelas politisi yang juga Sekjen DPP PAN itu.
Oleh karenanya, lanjut Zulkifli, Panitia Angket BBM akan mengadakan rapat lanjutan tanggal 28 Agustus 2008. "Diharapkan dari pertemuan lanjutan nanti ada hasil yang lebih mendalam. Kita akan fokus satu tema saja, minggu depan akan membahas khusus cost recovery," pungkasnya. (lrn/asy)











































