Namun, tetap saja, perhatian Muchdi tidak melepas perhatian dari JPU yang membaca dakwaan bergantian. Tidak sedikitpun wajahnya tertunduk. Bahkan, selama sidang, wajahnya selalu mendongak dan menatap 3 hakim yang mengadili.
Di dalam ruangan sidang, pengunjung memenuhi tiap bangku yang disediakan. Bahkan ada juga yang terpaksa berdiri karena tidak kebagian bangku.
Kipas angin tidak mampu mengusir hawa panas di dalam ruang sidang. Akibatnya banyak pengunjung sidang yang berkipas-kipas dengan alat seadanya untuk mengusir peluh yang menetes.
Pendukung Muchdi juga menunggu di ruangan sidang. Mereka tidak bisa masuk ke dalam ruangan karena sudah tidak muat lagi. (Ari/gah)











































