Bentrokan merupakan buntut dari pemukulan yang dilakukan seorang petugas keamanan kampus, saat mahasiswa akan menggelar aksi unjukrasa menuntut Pembantu Rektor III USU turun dari jabatannya karena dinilai tidak taat menjalankan tugasnya sebagai pembina mahasiswa.
Pihak keamanan berusaha menghalangi aksi unjuk rasa mahasiswa tersebut, karena Gubernur Sumatera Utara Syamsul Arifin akan menghadiri acara Dies Natalis tersebut yang di gelar di Gedung Biro Rektor USU, Jl. Mansyur, Medan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua Pemerintahan Mahasiswa (Pema) Universitas Sumatera Utara (USU) Fritjen Harianja mengatakan, mahasiswa tidak terima atas tindakan pihak keamanan yang arogan dengan melakukan pemukulan saat mencegah aksi unjukrasa.
"Tidak hanya karena pemukulan mahasiswa, aksi kita juga mempertanyakan kepada Biro Rektor yang tidak mengakui adanya Pema di USU," kata Fritjen.
Sementara Humas USU Bisru Hafi membantah terjadi pemukulan mahasiswa oleh oknum security. "Tidak ada pemukulan mahasiwa, hanya saling dorong," kata Bisru.
(rul/djo)











































