Tidak ketinggalan bahkan para bayi yang masih berada di gendongan atau kereta sangat antusias untuk ikut bergembira merayakan hari lahir negara Indonesia tersebut.
Rangkaian kegiatan peringatan Hari Kemerdekaan di Ottawa diawali dengan kegiatan upacara bendera detik-detik Proklamasi yang dimulai pada 17 Agustus 2008 tepat pukul 10.00 pagi waktu setempat. Pelaku inti dalam pasukan pengibar bendera (paskibra) adalah pelajar-pelajar Indonesia tingkat menengah yang saat ini tengah menuntut ilmu di Ottawa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, untuk menambah kesyahduan maka peserta upacara pun disuguhi aubade oleh anak-anak pelajar tingkat dasar yang ada di Ottawa. Meskipun sebagian besar dari mereka umumnya lahir dan besar di Ottawa, namun mereka pun dapat dengan lancar menyanyikan lagu 'Bagimu Negeri', 'Maju tak Gentar' dan 'Berkibarlah Benderaku'. Suara anak-anak yang sangat menggemaskan tersebut mendapat sambutan yang meriah dari para hadirin.
Seusai upacara maka kegiatan dilanjutkan dengan pesta rakyat yang diisi aneka hiburan tari dan musik tradisional. Dalam sesi ini pun anak-anak kembali memberikan kontribusi yang besar dengan menampilkan aneka kesenian tradisional seperti tari Jaranan, tari Pendet, tari Cindai dan tari Saman
Permainan anak pun tidak ketinggalan untuk digelar selama perayaan pesta rakyat. Di antaranya yang banyak menarik perhatian anak adalah pukul mobil dengan mata tertutup. Di samping itu, anak-anak juga diberi kesempatan untuk berkreasi dengan melukis dan mewarnai.
Kemeriahan peringatan semakin lengkap karena KBRI pun tidak lupa untuk memberikan hadiah bagi para pengunjung yang telah membeli tiket raffle. Di antara beberapa hadiah yang diberikan adalah sepeda dan gitar serta beragam hadiah menarik lainnya. Uang yang terkumpul akan disumbangkan untuk beasiswa pelajar di Indonesia. (eis/anw)











































