Mereka adalah sebagian dari 3573 orang peserta gelaran Pawai Budaya Nusantara IV, Selasa (19/8/2008). Ini adalah pawai rutin yang menampilkan kekayaan budaya Nusantara sebagai rangkaian puncak peringatan HUT ke-63 RI.
Bersama para pemain skate board itu ada pula pemain sepatu roda. Meski mereka hanya melakukan aksi-aksi sederhana, tapi tetap mengundang tepuk tangan ribuan penonton yang hadir di Istana Merdeka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
warga desa Lamalera.
Sementara kuda-kuda yang pandai menari, bukan kuda-kudaan yang di dalamnya ada penarinya. Kuda itu adalah kuda sungguhan yang dilatih khusus oleh kontingen Sulawesi Barat untuk tampil dalam tarian Saiyang Pattu'duq yang mereka bawakan.
Atraksi kuda menari itu pula akhirnya keluar sebagai juara pertama Pawai Budaya Nusantara IV. Atas keunikan dan kekompakan penampilannya, mereka menggondol Piala Presiden RI.
Sedangkan kontingen Riau dan Bali keluar sebagai juara II dan III. Mereka masing-masing menampilkan atraksi yang berkisah tentang kegemilangan Melayu dan cuplikan perang Barata Yudha dari epos Mahabarata.
Sedangkan kontingen Jawa Timur, Jambi dan Jawa Barat berturut-turut mendapat penghagaan I, II dan III. Mereka menampilkan atraksi tradisional Genderang Reog Kendang, Rentak Sembilan Lurah dan Kethek Grang Sing Surba. (lh/nrl)











































