Nasib naas itu Mawar saat hendak pulang bersama teman prianya dari Pantai Losari, Senin 18 Agustus, sekitar pukul 23.00 WIB. Ketika sampai di Jl Rajawali, keduanya dicegat belasan pemuda yang sedang mabuk minuman keras.
Para berandalan tersebut mendekati Mawar dan teman prianya dengan wajah garang. Karena ketakutan, Mawar dan teman prianya langsung melarikan diri. Namun sial bagi Mawar, kaki kecilnya tak mampu membawa lari tubuhnya dengan cepat. Para pemuda mabuk itu berhasil menangkap dirinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tangan dan kaki saya dipegangi sama mereka," ungkap Mawar sambil tertunduk sedih di Mapolres Makassar Barat, Selasa (19/8/2008).
Mawar mengatakan, dirinya sempat pingsan karena tak kuasa menahan sakit akibat perbuatan para pemabuk itu. Dirinya baru tersadar menjelang terbitnya Matahari. Seorang pria yang baru menunaikan salat subuh di masjid, menemukan Mawar sedang merangkak tanpa busana di dekat rumah panggung yang nyaris rubuh itu.
Kasat Reskrim Polresta Makassar Barat AKP Ronald Sumigar membenarkan kejadian tersebut. Menurut Sumigar, polisi saat ini sedang melakukan pengejaran terhadap para pelaku.
"Kami baru berhasil menangkap seorang tersangka bernama Bayu, warga Jl Rajawali," ujar Ronald.
Kepada petugas korban sempat mengaku diperkosa oleh 30-an pemuda mabuk. Namun polisi masih menyelidiki kebenaran hal tersebut.
"Dia mengaku diperkosa 30 orang, tapi jika dilihat dari TKP-nya sepertinya tidak mungkin. Namun yang jelas, pelakunya lebih dari satu orang," ungkap Ronald.
Mawar diketahui baru dua minggu ini tinggal di Makassar untuk mencari pekerjaan. Gadis asal Kupang, NTT, ini tinggal di rumah salah seorang kerabatnya di Jl Nuri, Makassar. (djo/nrl)










































