"Lusinan orang tengah berkumpul di dalam rumah sakit untuk memprotes kematian seorang pria berpengaruh setempat. Polisi juga ada di sana untuk mengendalikan massa ketika ledakan itu terjadi," kata perwira polisi Habib Khan kepada AFP, Selasa (19/8/2008).
"Setidaknya 16 orang meninggal dan banyak yang terluka. Ini situasi darurat," imbuhnya.
Belum jelas apakah ledakan bom ini merupakan serangan bom bunuh diri.
Serangan bom ini terjadi sehari setelah Pervez Musharraf mengundurkan diri sebagai presiden Pakistan. Pengunduran diri Musharraf terbilang mengejutkan sebab selama ini dia bersikeras untuk menolak mundur. Padahal desakan mundur gencar diarahkan pada Musharraf. (ita/iy)











































