Ketua Komite Bangkit Indonesia (KBI) itu datang sekitar pukul 10.10 WIB, Selasa (19/8/2008). Begitu datang dengan mengemudikan mobil Toyota Fortuner B 8255 DA warna hitam, Rizal langsung menuju ruang Kapolri Jenderal Pol Sutanto.
"Terlebih dahulu saya ingin bertemu dengan Kapolri. Saya ingin pertanyakan siapa yang menyuruh pemeriksaan ini. Apakah Kepala BIN Syamsir Siregar, atau Presiden SBY, atau memang ada bukti-bukti yang lain," kata Rizal di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi kami ingin bertanya kepada Kapolri apakah ini pengaduan politik terhadap perbedaan pendapat? Apakah ini pengadilan terhadap kebebasan untuk mengemukakan pendapat dan apakah Kapolri ingin mengembalikan jarum jam sejarah demokrasi di Indonesia? Karena hari ini, Polri bisa menjadi lembaga otonom itu sebagian besar adalah hasil perjuangan aktivis demokrasi pemuda dan mahasiswa," jelas Rizal.
Seusai bertemu dengan Kapolri selama 5 menit, Rizal tidak menjawab pertanyaan wartawan soal siapa yang menyuruh dia diperiksa.
"Saya tadi menyerahkan buku saya yang kemarin baru di launching (buku 'Lokomotif Perubahan') kepada Kapolri dan Wakapolri Pak Makbul (Padmanegara)," kata pria yang mengenakan jas warna hitam, kemeja putih dan dasi merah itu.
Sekitar 5 menit kemudian, Rizal pun memasuki ruang Bareskrim Mabes Polri.
(nik/fiq)











































